Kamis, 04 November 2010

Pelebon Ida Dwagung Raja Puri Agung Peliatan IX "monochrome"

it's classic, it's unique, it's monochrome...!!
SHADOW
KERIS
Baris Dance
Nagabanda
Human
Nagabanda On Act!!



Army Look
Bulls On Fire!!

Rabu, 03 November 2010

Pelebon Ida Dwagung Raja Puri Agung Peliatan IX


selasa, 2 november 2010,
           Pelebon Ida Dwagung, Raja Puri Agung Peliatan IX merupakan puncak acara dari rangkaian upacara yang berlangsung dari tanggal 3 oktober di desa peliatan ubud,. Dengan dipadati ribuan orang serta penjagaan sedikitnya 300 aparat kepolisian dan ratusan pecalang dari desa-desa ubud dan sekitarnya yang juga ikut berpartisipasi pada prosesi tersebut. Ida Dwagung Raja Puri Agung Peliatan IX meninggal pada usia 71 tahun, 21 Agustus 2010.
            Prosesi upacara berlangsung dari pagi hingga sore hari. Arus lalu lintas menuju ubud saat itu ditutup oleh pihak kepolisian agar menjamin kelancaran upacara. Ritual dimulai dari puri agung peliatan, lengkap dengan tari-tarian, serta banten upakara. Kemudian jenazah di naikan ke bade yang akan diarak menuju setra dan diiringi patung lembu yang megah, serta nagabanda.

















Jumat, 29 Oktober 2010

Ritual Tektekan


Ritual Tektekan merupakan suatu bentuk pertunjukan berlakon yang biasanya ceritanya diambil dari Calon Arang. Gambelan pengiringnya terdiri dari alat-alat seperti kendang, cengceng, suling, dan tektekan. Yang dimaksud dengan tektekan adalah kentongan yang di Bali disebut “kulkul” yang dibuat dari bambu. Tektekan itulah yang memberikan ciri khas sebagai iringan pentasnya hingga pertunjukan itu sendiri disebut tektekan.
Pada awal ritual, tektekan dipentaskan oleh penari dengan dialog-dialog ringan, saat pertengahan ritual, aura mistis mulai terasa. Pemundut dan rangde mengalami ”trance” mereka saling berperang menggunakan keris hingga akhirnya mereka sadar kembali dengan dipercikannya tirta ke tubuh mereka.






Rabu, 01 September 2010

Sudut Pandang Pasar Badung


Pasar Badung merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar. Terletak di pusat kota denpasar Jl. Gajah Mada, ± 1 km ke arah barat dari Patung Catur Muka. Pasar Badung menyediakan berbagai macam kebutuhan, baik itu kebutuhan pokok, makanan tradisional, barang-barang seni khas Bali dan sebagainya. Para wisatawan banyak berkunjung kesana, disamping mereka dapat menyaksikan proses jual beli dari pedagang kepada pembeli yang masih terkesan tradisional dimana terdapat transaksi tawar menawar, adanya tenaga "suun" atau mengusung (membawa barang dagangan) dan sebagainya, mereka juga dapat menikmati wisata kuliner tradsional dan membeli aneka barang kerajinan khas Bali. Pasar tradisional ini memiliki waktu operasional setiap hari dimana buka dari pagi dini hari hingga larut malam. Bahkan dapat dibilang bahwa pasar ini tidak pernah sepi akan pengunjung.
Jerih Payah Sang Bocah
Rutinitas Pasar
Belanja Untuk Berbuka Puasa
Transaksi
nyu'un Keranjang
Memarut Kelapa

Sudut Lorong Pasar Badung
Ikan Segar
Tawar Menawar
Hard worker

Minggu, 29 Agustus 2010

Asam Garam Seorang Petani Garam

 
Minggu siang yang cerah di Desa Tianyar Karangasem Bali. Dibawah teriknya sinar matahari terlihat seorang petani garam tersembunyi di sela-sela wadah yang berisi garam hasil pekerjaannya.... Disinilah Made Rai  mencari nafkah untuk menyambung hidup seorang istri dan empat orang anaknya.
Beliau memiliki 20 petak penggaraman, tiap harinya dilakukan proses penyulingan yang berlangsung 5 sampai 7 hari mampu menghasilkan 200 ribu rupiah....
Tetesan keringat terus mengalir sedikit demi sedikit, Made Rai seakan tidak menghiraukan keringat tersebut. Mungkin yang ada dalam benaknya adalah bagaimana pulang dengan membawa hasil yang memuaskan tanpa peduli berapa banyak keringat yang telah bercucuran.... 








Minggu, 01 Agustus 2010

Ritual Ngaben Massal

            
          Upacara Ngaben yang sering pula disebut upacara Pelebon kepada orang yang meninggal dunia merupakan ritual yang sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengebenan tersebut keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju sorga, atau menjelma kembali ke dunia melalui rienkarnasi. Upacara ngaben tentunya memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan besar, maka upacara ngaben sering dilakukan begitu lama setelah kematian.
           Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad orang yang meninggal sering dikebumikan terlebih dahulu sebelum biaya mencukupi, namun bagi beberapa keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, sambil menunggu waktu yang baik untuk di aben.

Lokasi : Desa Tangkup Perbatasan Klungkung-Karangasem Bali


Jenazah-jenazah di naikan ke bade


Menghias Bade


Beradu Dengan Lumpur


splash...!!


Menuju Setra


Menggotong Jenazah


Jenazah Dipindahkan Dari Bade






Prosesi Menghias Jenazah


Pakaian Jenazah Sebagai Simbolis Untuk Dibakar Bersama Jenazah


Pembakaran Jenazah